Freddy Adu bintang Amerika yang gagal bersinar

5-freddy-adu

Sulit dipercaya jika Freddy Adu, yang terkenal sejak hampir sepuluh tahun lalu, masih berusia sangat muda saat itu. Dan tentu dia diprediksi akan punya peluang besar untuk melengkapi bakat mudanya tersebut di sisa karirnya.

Akan tetapi, Adu mungkin adalah korban yang terlalu cepat. Setelah tampil memukau sebagai pemain muda, dia menjadi atlet Amerika termuda dalam 100 tahun terakhir yang bisa menandatangani kontrak di klub sepak bola, dengan usia termuda saat masih berusia 14 tahun. Di liga-liga Eropa hal ini tentu tidak akan terjadi, tetapi bisa dibilang jika bos MLS melihat kesempatan untuk mengembangkan pemuda ini sebagai sarana marketing, mendongkrak popularitas liga dengan membiarkannya langsung tampil tanpa tahu cara belajar bermain.

Tampil dalam sebuah iklan di samping Pele, ketika Adu tampil seperti anak-anak di antara pemain dewasa, iklan yang luar biasa tentang dia berarti tidak ada hal lain selain tampil luar biasa yang akan dianggap baik oleh publik, dan ternyata dia tidak memberikan dampak seperti yang diharapkan darinya. Meski kepindahan ke Real Salt Lake di usia 17 tahun menunjukkan hal itu, meski dia masih belum bisa jadi standar ikon klub Brasil ini, dia masih tetap jadi bakat yang menarik. Hal itu juga dibuktikan dengan penampilan memukau di Piala Dunia U20, sebelum dia akhirnya diboyong ke Eropa bersama raksasa Portugal Benfica. Debutnya bersama tim nasional datang satu tahun kemudian, Adu terlihat berada di trek yang benar untuk menjadi bintang. Sayangnya, ternyata situasi tidak terjadi seperti yang diharapkan.

Setelah gagal di Eropa, nasib malangnya juga diwarnai dengan beberapa kali dipinjamkan di klub-klub kecil, berusaha menemukan kembali bakat terpendamnya, tetapi dia tidak pernah berhasil. Namun, panggilan masuk skuad timnas untuk Gold Cup 2011 dimanfaatkan dengan baik oleh Adu, dan dia kemudian kembali dibeli oleh klub asal MLS Philadelphia Union.

Meski mulai mendapatkan jatah bermain reguler, tetapi Adu masih kesulitan untuk mengembangkan kembali potensi bakat yang digadang-gadang oleh publik.

Comments are closed